Sejarah Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an

Sejarah Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Muhammadiyah ATMO WAHJONO ” berawal di bulan januari 2017, siswa-siswa SMK Muhammadiyah Watukelir diadakan kegiatan pengajian setiap hari ahad secara bergantian , dengan jadwal untuk Ahad peretama yang mengikuti kajian ahad pagi program keahlian Administrasi Perkantoran, kemudiaan Ahad ke dua Program Keahlian Akuntansi, kemudian Ahad ketiga program keahlian Teknik Sepeda Motor, dan Ahad keempat Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, terus berlanjut sampai sekarang sehingga kegiatan pengajian ini dinamakan ” MARJIHAD DUHA ” artinya Gemar Mengaji setiap hari Ahad waktu Dhuha.
Marjihad Dhuha ini dilaksanakan di Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru, dengan alamat Kalisige, Karakan, Weru, Sukoharjo 57562.Kemudian dari berbagai saran dan masukan akhirnya dari Kegiatan kajian ini punya pemikiran atau ide gagasan untuk mendirikan Rumah Tahfizhul Qur’an. Kemudian pada bulan Juni 2017 kami memohon ijin kepada Bapak Drs. Basuki Haryono, M.Pd, salah satu putra dari Alm. Bapak H. Atmo Wahjono, yang sudah memberikan Wakaf Tanah dan Gedung untuk persyarikatan Muhammadiyah, oleh Bapak Basuki haryono, ide gagasan ini di setujui dan bahkan beliau juga memberikan banyak masukan, motivasi dan bantuan agar proses pondok dapat berjalan dengan lancar. Kemudian pada waktu yang tidak lama hasil silaturohmi dengan keluarga bapak Alm. H. Atmo wahjono, Oleh Bapak Basuki haryono memberikan bantuan awal senilai Rp. 23.000.000, yang langsung di transfer ke Rekening BMT Surya Sekawan, dari Modal awal ini maka oleh Pimpinan cabang Muhammadiyah Weru, Bismillah mendirikan Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Muhammadiyah Atmo Wahjono, dengan harapan semoga Pondok Pesantren kedepan semakin berkembang, maju dan dapat memberikan kontribusi bagi Muhammadiyah, bangsa dan Negara.Aamiin ( Dok/Wwcr.Ust.H.Dasuki,S.Ag)